JDIH Universitas Lampung

Upload Terbaru

Pengumuman

Unila Melesat ke Peringkat 9 Universitas Terbaik di Indonesia Versi Webometrics

(Unila): Universitas Lampung (Unila) berhasil masuk ke peringkat 9 besar perguruan tinggi terbaik di Indonesia versi webometrics yang dipublikasikan pada akhir Januari 2022 di website resmi www.webometrics.net. Ranking ini melompat jauh dibandingkan tahun 2021 yang berada di posisi 24.

Berdasarkan website www.webometrics.info, dipublis juga posisi impact rank Universitas Lampung 818, oppennes rank 1.523, dan excellence 3.675.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja sama, dan TIK Unila Prof. Suharso mengatakan, kenaikan peringkat webometrics ini berkat kerja sama sivitas akademika Unila, baik tim webometrics maupun para dosen Unila.

Suharso menjelaskan, berbagai langkah yang telah dilakukan tim webometrics dalam meningkatkan prestasi Unila.

“Kami buat tim untuk mengevaluasi kekurangan dan kelebihan Unila, lalu disusun langkah-langkah yang harus dilakukan. Di antaranya meminta para dosen untuk menginput karya-karya mereka di google scholar, memaksimalkan sitasi dan memonitoring karya-karya dosen Unila, serta membenahi website unit-unit di Unila,” urai Suharso, Selasa, 1 Februari 2022.

Webometrics merupakan suatu perangkat sistem atau inisiatif untuk mempromosikan dan membuka akses publikasi ilmiah guna meningkatkan kehadiran akademik dan lembaga-lembaga penelitian di situs web.

Pemeringkatan webometrics menjadi tolak ukur bahwa website unila.ac.id memiliki performa cukup baik dalam tiga hal yakni impact, openness, dan excellence. [Humas]

Berikut daftar perguruan tinggi yang masuk 15 besar terbaik Indonesia versi webometrics:
1. Universitas Indonesia (UI)
2. Universitas Gadjah Mada (UGM)
3. Universitas Brawijaya (Unibraw)
4. Institut Pertanian Bogor (IPB)
5. Universitas Airlangga
6. Universitas Teknologi Sepuluh Nopember
7. Universitas Telkom
8. Institut Teknologi Bandung (ITB)
9. Universitas Lampung (Unila)
10.Universitas Bina Nusantara
11. Universitaa Andalas (Unand)
12. Universitas Hasanuddin
13. Universitas Sebelas Maret
14. Universitas Sriwijaya
15. Universitas Padjadjaran Bandung

Unila Peringkat 29 Penilaian Kemendikbud

(Unila): Universitas Lampung (Unila) meraih peringkat 29 Klasterisasi Perguruan Tinggi Tahun 2020 yang dirilis Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia, Senin (17/8/2020) lalu.

Total perguruan tinggi (PT) di dalam klasterisasi tahun 2020 sebanyak 2,136 PT (berdasarkan data PT aktif di PD Dikti). Hasil klasterisasi itu menunjukkan peringkat Unila mengalami kenaikan signifikan bila dibandingkan dengan perolehan sebelumnya, yakni 46.

Adapun indikator penilaian yang didapat Unila pada skor input (SMD) sebesar 2.628, Proses (kelembagaan) sebesar 3.243, output (publikasi) sebesar 1.523 dan outcome (kinerja dan jumlah sitasi) 1.677.

Tujuan klasterisasi perguruan tinggi adalah untuk membangun landasan bagi Kemendikbud dan perguruan tinggi melakukan perbaikan terus-menerus dalam rangka meningkatkan performa dan kesehatan organisasi.

Selain itu klasterisasi ditujukan untuk merumuskan penciri kualitas perguruan tinggi yang telah terdokumentasi di PD Dikti, serta telaah klasterisasi berdasarkan penciri tertentu untuk kepentingan pembinaan perguruan tinggi.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja sama dan TIK Prof. Suharso, Ph.D., mengatakan, hasil tersebut merupakan progres luar biasa bagi Universitas Lampung. Menurutnya, dari hasil tersebut bisa terlihat proses perbaikan terhadap kinerja Unila dapat terukur.

“Sudah on the track dan mampu mengarahkan perguruan tinggi ke arah yang lebih tepat,” ujarnya.

Mantan Dekan FMIPA Unila ini juga menyampaikan, arah kinerja sekarang menjadi tanggung jawab semua lini. Oleh karena itu kinerja setiap lini harus terus ditingkatkan, khususnya peningkatan publikasi yang menjadi fokus Unila.

Ia pun mengajak seluruh dosen Unila untuk lebih terpacu memberikan kontribusi dan tidak cepat puas dengan hasil pencapaian tersebut.

Saat ini, lanjut Suharso, skor untuk publikasi (output) masih belum maksimal yaitu 1,687. Padahal peningkatan publikasi berkorelasi dengan pencapaian skor lainnya terutama skor indicator input.

Dengan peningkatan jumlah publikasi maka indikasi pertambahan jumlah profesor dan lektor kepala bertambah. Dengan sendirinya mengupgrade penilaian klasterisasi.

Untuk bertahan di posisi 20-an, Unila perlu melakukan pembenahan data. Saat ini peningkatan jumlah publikasi menjadi fokus utama Unila. Dan diprediksi masih membutuhkan 1.000 publikasi setiap tahun.

“Artinya peringkat ini harus dipertahankan, kemudian menjadi bahan evaluasi. Kita tahu, punya nilai yang seperti ini dan di mana kelemahan kita. Ini akan menjadi titik tolak dari pimpinan untuk mengambil pilihan. Maka tahun ini dan tahun depan kita fokus pada peningkatan output dan outcome,” jelasnya. [Humas/Angel]

Kali Keempat Unila Tuan Rumah Seminar Internasional Shield

Unila): Universitas Lampung (Unila) kembali dipercaya untuk menggelar seminar internasional bidang sosial, kemanusiaan, ekonomi, pendidikan, hukum, dan pembangunan berkelanjutan (Shield). Even internasional keempat ini akan berlangsung selama dua hari mulai Selasa hingga Rabu

Asesor BANPT Visitasi Prodi FKIP

(Unila): Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) kedatangan Tim Asesor dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT)